PPS IIQ JAKARTA GELAR KULIAH UMUM TENTANG PEMAHAMAN KEILMUAN TAFSIR DAN HADIS

( 13-05-2017 Pukul 18:57:24 WIB )

BERITA PPs IIQ Online — Program Pascasarjana IIQ Jakarta mengadakan kuliah umum di Aula IIQ Jakarta pada Sabtu (13/05/17). Kuliah umum dengan tema “Pemetaan Pemahaman Keilmuan Tafsir dan Hadis” ini menghadirkan Guru Besar UIN Jakarta dan juga dosen PPs IIQ Jakarta, Prof. Dr. Said Agil Husen Al Munawwar, MA, sebagai pembicara.

Rektor IIQ Jakarta, Prof Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo, MA dalam sambutannya mengapresiasi diselenggarakannya kuliah umum ini. “Saya mengapresiasi kegiatan ini, tema ini sangat penting dan Prof. Dr. Said Agil Husen Al Munawwar, MA adalah ahlinya. Pemahaman tafsir dan hadis secara tepat sangatlah penting, pemahaman yang tidak terlalu tekstual dan tidak juga liberal, seperti pandangan yang menyatakan boleh meninggalkan nash jika bertentangan dengan maslahah adalah contoh dari penafsiran yang bebas,” ujarnya.

Pada awal kuliah umum ini Prof. Dr. Said Agil Husen Al Munawwar, MA menyampaikan, “inspirasi tema kuliah umum ini saya dapat dari mata kuliah yang saya asuh di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu tentang sejarah keilmuan. Dalam kurikulum mata kuliah tersebut saya tulis secara terpisah antara sejarah keilmuan tafsir dan sejarah keilmuan hadis,” ujarnya.

Prof. Agil menegaskan pula, bahwa pemetaan keilmuan tafsir dan hadis hanya dapat dilakukan dengan optimal jika kedua disiplin ilmu ini dipisahkan dengan membentuk Fakultas Al-Quran wa Ulumuhu dan Fakultas Hadis Waulumuhu. Karena pada faktanya, masing-masing disiplin ilmu tafsir dan ilmu hadis mempunyai cabang yang sangat luas. Apalagi jika selama ini acuan kurikulum kajian di bidang tafsir Hadis di Indonesia adalah Universitas Al-Azhar Cairo dan Universitas Islam Madinah. Sebenarnya perbincangan tentang pengembangan kajian kajian tafsir Hadis di Indonesia dapat dikatakan terlambat dan terbelakang, apalagi banyak di antara para pengkajinya justru menggunakan metode-metode yang berkembang di Barat. Maka pemisahan keilmuan Al-Quran dan keilmuan Hadis tidak cukup di tingkat program studi saja, tapi harus di level fakultas.

Penutupan dan doa  kuliah umum disampaikan oleh Direktur Pascasarjana IIQ Jakarta, Dr. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA. Turut hadir pada kesempatan ini, Dr. Dawud Arief Khan (Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan), Dr. Hj. Faizah Ali Syibromalisi, MA (Ketua Program Studi S3 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Dr. H. M. Azizan Fitriana, MA (Ketua Program Studi S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Hj. Ade Naelul Huda, MA, Ph.D (Ketua Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam), Dr. M. Yusuf, MA (Ketua Program Studi S2 Hukum Ekonomi Syariah), para dosen, mahasiswa, serta segenap sivitas akademika PPs IIQ Jakarta dan tamu undangan. (RF)

Berita Terkait

  • PPs IIQ Jakarta Gelar Pelatihan Akreditasi