Suasana Ramadhan yang penuh berkah menjadi latar gelaran kegiatan akademik yang tak biasa. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menggelar “KaRoMah #3 yaitu Kajian Romadhon Mahasiswa S2 PAI IIQ Jakarta” melalui online pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini menampilkan Diseminasi Publikasi Mahasiswa S2 PAI IIQ Jakarta. Hari ini tiga mahasiswa yang siap menampilkan publikasinya, yaitu Lulu Alwiyah, Hafshoh Aulia Makarim dan Sania Ivahna Nurmanita.

Lulu Alwiyah memaparkan bahwa Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) Howard Gardner merupakan kerangka pedagogis transformatif yang sangat relevan dengan PAI karena selaras dengan konsep fitrah manusia yang multidimensi. Integrasi MI dalam PAI mendukung pembentukan insan kamil melalui pengembangan dimensi kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual secara holistik, di mana bukti empiris (2020–2024) menunjukkan peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dan internalisasi nilai-nilai moral. Implementasi efektifnya menuntut pergeseran dari pembelajaran konvensional menuju strategi yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada ibadah seperti proyek keagamaan dan jurnal refleksi yang didukung oleh fleksibilitas kurikulum dan reformasi asesmen. Dengan demikian, MI dipandang sebagai orientasi pedagogis integral yang memperkuat inklusivitas dan relevansi PAI dalam merespons keragaman potensi peserta didik di masa kini.

Hafshoh Aulia Makarim membahas bagaimana kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan minat siswa sekolah dasar dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan seorang guru PAI, tiga siswa dengan kemampuan hafalan berbeda, serta dua orang tua sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode yang bervariasi seperti tasmi’, talaqqi, talqin, dan terutama muraja’ah yang dipadukan dengan media seperti flashcard mampu membuat proses hafalan lebih menarik dan membantu memperkuat ingatan siswa. Selain strategi pembelajaran guru, motivasi siswa juga dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti rasa bahagia, kedekatan spiritual dengan Tuhan, dan kepuasan pribadi saat berhasil menghafal, serta faktor ekstrinsik seperti dukungan dan pengawasan orang tua di rumah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi kreativitas guru, pengulangan hafalan yang terstruktur, serta keterlibatan orang tua dapat meningkatkan motivasi dan keberhasilan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Sania Ivahna Nurmanita, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukannya bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah menengah atas. Pendekatan ini memungkinkan guru menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan karakteristik siswa yang beragam, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih inklusif dan berpusat pada peserta didik.

Dr. Fajar Syarif, MA memberikan motivasi kepada mahasiswa. Katanya, “Sebagaimana keyakinan kita bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, maka mahasiswa yang sejati bukanlah yang paling banyak teorinya, tetapi yang paling terasa dampak publikasinya,” demikian pesan yang menggema di akhir kegiatan. (FS)