
Kegiatan kunjungan akademik ini dilaksanakan pada hari Ahad, 26 April 2026 dalam rangka mendukung pembelajaran pada mata kuliah Tafsir Tarbawi dengan fokus pada kajian sejarah Al-Qur’an. Kunjungan ini bertempat di Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PAI Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan keilmuan melalui studi lapangan yang relevan dengan materi perkuliahan. Dan didampingi oleh satu dosen pengampu, yaitu Assoc. Prof. Dr. Sri Tuti Rachmawati, MA. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan akademik di luar kelas.
Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah penulisan, pengumpulan, dan perkembangan mushaf Al-Qur’an dari masa ke masa. Melalui berbagai koleksi yang tersedia di Bayt Al-Qur’an, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai manuskrip Al-Qur’an kuno, perkembangan kaligrafi, serta proses kodifikasi Al-Qur’an yang menjadi bagian penting dalam kajian tafsir dan pendidikan Islam.
Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Al-Qur’an secara komprehensif, mulai dari masa Rasulullah SAW, masa Khulafaur Rasyidin, hingga perkembangan mushaf di berbagai wilayah dunia Islam. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk mengamati berbagai artefak dan media edukasi yang memperkaya pemahaman terkait aspek historis dan kultural Al-Qur’an. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif dibandingkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Di sela-sela kegiatan tersebut, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait modifikasi penulisan Al-Qur’an. Salah satu mahasiswa PAI Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, menanyakan mengapa penulisan mushaf Al-Qur’an versi Indonesia memiliki perbedaan dengan mushaf standar Rasm Utsmani/Madinah, khususnya dalam hal tanda waqaf dan sejenisnya. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab bahwa perbedaan itu disebabkan oleh hasil musyawarah yang diselenggarakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an pada tahun 1974. Dalam musyawarah tersebut diputuskan untuk menambahkan beberapa variasi tanda waqaf guna menyesuaikan karakteristik masyarakat Indonesia yang cenderung kesulitan membaca Al-Qur’an dengan napas yang panjang. Oleh karena itu, dalam mushaf Indonesia ditemukan beragam variasi tanda waqaf yang bertujuan untuk mempermudah pembacaan.
Dengan dilaksanakannya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa PAI Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dapat mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh dalam perkuliahan dengan realitas sejarah yang ditampilkan secara visual dan faktual. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memahami warisan keilmuan Islam. Secara keseluruhan, kunjungan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Tafsir Tarbawi di lingkungan Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Pascasarjana IIQ Jakarta. (FS)



