
Ramadhan 1447/2026, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta melaksanakan kegiatan KAROMAH (Kajian Romadhon Mahasiswa) S2 PAI IIQ Jakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara intensif sepanjang bulan Ramadan dengan jadwal pelaksanaan setiap hari Kamis, jam 16.00 – 17.00 WIB.
Kaprodi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta, sekaligus inisiator utama kegiatan ini, Dr. Fajar Syarif, MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkomitmen mengikuti kegiatan ini di tengah padatnya aktivitas akademik serta pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan. Menurutnya, kehadiran peserta mencerminkan semangat konsistensi dan kesungguhan dalam mengembangkan tradisi riset dan publikasi ilmiah.
Ahmad Zain Dahlan, dalam penelitiannya menguraikan Filsafat pendidikan Islam Al-Attas, yang berakar pada prinsip tawḥīd. Konsep ta’dīb-nya mengintegrasikan pengetahuan, etika, dan kesadaran spiritual ke dalam pandangan dunia yang terpadu. Visi insān kāmil-nya membedakan pendidikan Islam dari paradigma Barat, yang memprioritaskan kompetensi teknis. Implementasi filosofi Al-Attas memiliki implikasi signifikan bagi pengembangan kurikulum, pelatihan pendidik, dan reformasi institusional dalam pendidikan Islam.
Sementara Taranisa Baroro melakukan penelitian Pendidikan akhlak di RA Gita Mandiri Cilodong, Depok. Bahwa guru memegang peran penting sebagai teladan dan motivator, menyediakan penguatan positif dan pembinaan perilaku yang salah, sementara kolaborasi aktif antara sekolah dan orang tua menjamin kesinambungan nilai-nilai akhlak di rumah dan lingkungan sosial anak. Pembiasaan salat dhuha merupakan fokus utama dan terbukti menumbuhkan karakter religius, mendisiplinkan anak, meningkatkan konsentrasi dan ketenangan, serta mendukung perkembangan motorik dan kecerdasan spiritual anak. Keberhasilan pendidikan ini tidak hanya bergantung pada aktivitas formal di sekolah, tetapi juga pada dukungan lingkungan keluarga yang harmonis dan keterlibatan guru yang konsisten.
Fadhilatun Nisa, menyatakan bahwa kegitan morning routine terbukti efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa secara menyeluruh. Program ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan terhadap tata tertib dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga membiasakan siswa melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab serta menjaga kedisiplinan di asrama.
Pada akhir sesi, Dr. Fajar Syarif, MA mengungkapkan bahwa kegiatan dirancang agar mahasiswa yang berada pada Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta mampu menyusun publikasi dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh dosen. Melalui pola tersebut, peserta diharapkan dapat langsung melakukan publikasi minimal Sinta 3 setelah Ramadan berakhir. (FS)



