Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Indonesia dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia secara resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) yang menandakan langkah awal untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Penandatanganan ini dilakukan dalam upaya untuk memperluas jangkauan kolaborasi antar kedua institusi di Indonesia dan Malaysia.

Acara penandatangan dilaksanakan langsung di Ruang Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang dihadiri oleh Direktur Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Indonesia yaitu Dr. Muhammad Azizan Fitriana, MA dan Prof. Dr. Hj. S. Salahudin Bin Hj. Suyurno selaku Dekan di Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia.

LoI ini bertujuan untuk mengukuhkan niat kedua Lembaga untuk menjelajahi berbagai bentuk kerjasama, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta pengembangan program akademik yang saling menguntungkan. Melalui Langkah awal ini, kedua belah pihak berharap kerjasama akan membawa manfaat yang besar bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan standar pendidikan, dan memperluas cakupan riset di bidang-bidang strategis dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Indonesia yaitu Assoc. Prof. Dr. Nadjematul Faizah, SH., M.Hum., menyambut baik langkah ini sebagai momentum penting dalam memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia di bidang pendidikan tinggi. Beliau menekankan komitmen untuk memperluas kerjasama internasional guna memperkaya pengalaman akademik bagi mahasiswa serta meningkatkan kapasitas pendidik dan peneliti.

Kedua belah pihak sepakat untuk segera memulai pembicaraan lebih lanjut guna merumuskan perjanjian kerjasama yang lebih detail berdasarkan kerangka kerja yang telah disepakati dalam LoI ini. Harapannya, kerjasama ini tidak hanya akan memberi manfaat bagi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Indonesia dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, tetapi juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Asia Tenggara. (FS)