Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Empowering Muslim Communities Through Advancing Inclusive and Accessible Islamic Religious Education (PAI)” pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Kampus IIQ Jakarta. Kegiatan akademik ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan Islam, yakni Prof. Dr. Hj. S. Salahudin Bin Hj. Suyurno dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, dan Associate Professor Dr. Pahrurroji, M.Ud. dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Seminar dimoderatori oleh Dr. Reksiana, M.Pd., dosen Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, para dosen, serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Seminar ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan berbagai strategi pemberdayaan komunitas Muslim melalui penguatan sistem pendidikan Islam yang inklusif, aksesibel, dan berkelanjutan.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Hj. S. Salahudin Bin Hj. Suyurno menyampaikan materi bertajuk “Communication of Zakat and Waqf as a Framework for Higher Education Financing.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa meningkatnya biaya pendidikan tinggi menuntut hadirnya model pembiayaan alternatif yang mampu menjamin akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, zakat dan wakaf merupakan instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi apabila dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Beliau menjelaskan bahwa zakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang bersifat langsung, seperti beasiswa, bantuan biaya kuliah, dan dukungan akademik bagi mahasiswa yang membutuhkan. Sementara itu, wakaf memiliki fungsi strategis sebagai instrumen investasi sosial jangka panjang yang dapat digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan, pengembangan fasilitas pembelajaran, serta pembentukan dana abadi pendidikan. Selain aspek pengelolaan dana, Prof. Salahudin juga menekankan pentingnya strategi komunikasi yang efektif, pemanfaatan teknologi digital, serta transparansi pelaporan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat dan wakaf.

Pada sesi kedua, Associate Professor Dr. Pahrurroji, M.Ud. menyampaikan materi berjudul “Building an Inclusive and Accessible Islamic Education Ecosystem.” Beliau menyoroti masih adanya berbagai hambatan yang menyebabkan sebagian masyarakat belum memperoleh akses pendidikan yang setara, baik karena faktor ekonomi, sosial, maupun geografis. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu dikembangkan melalui pendekatan ekosistem yang melibatkan berbagai elemen masyarakat secara terpadu.

Menurut Associate Professor Dr. Pahrurroji, M.Ud., pendidikan Islam yang inklusif tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran lembaga pendidikan semata. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, masyarakat, alumni, lembaga zakat dan wakaf, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam konteks tersebut, dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat keberlanjutan lembaga pendidikan Islam. Beliau juga menegaskan pentingnya membangun modal sosial, jaringan kolaboratif, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan.

Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara penguatan pembiayaan pendidikan berbasis zakat dan wakaf dengan pembangunan ekosistem pendidikan Islam yang inklusif dan aksesibel. Seminar ini menegaskan bahwa pemberdayaan komunitas Muslim melalui pendidikan memerlukan sinergi antara pengelolaan sumber daya ekonomi Islam yang efektif dan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun masyarakat yang berdaya, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai isu terkait pembiayaan pendidikan Islam, pengelolaan zakat dan wakaf, serta pengembangan model pendidikan Islam yang lebih inklusif di era global. (FS) https://pps.iiq.ac.id/wp-content/uploads/sites/10/2026/06/IMG_0814.jpg